Agama Menurut Karl Marx

 


Oleh: Wandi

Jauh sebelum Karl Marx menemukan gagasannya tentang agama banyak tokoh seperti. Sigmund Frued menemukan gagasannya terlebih dahulu tentang agama. Ia mengatakan bahwa Agama itu hanya ilusi meskipun ia melihat agama melalui analisa individu. Artinya gagasannya masih terlalu sempit pada individu-individu tertentu. Durkheim juga menyatakan gagasannya. Ia menganggap bahwa agama itu hanya untuk menjaga identitas kelompok melalui analisa sosialnya. Cliford Geerts juga menyatakan bahwa Agama itu terbentuk melalui sistem budaya (sehingga membentuk karakter masyarakat).

Pembasahan kali ini kita coba menganalisis pemikiran tentang keagamaan menurut Karl Marx yang menganalisa agama melalui ekonomi dan politik sebagai alur pendekatan fungsional. Karl Marx dikenal juga sebagai bapak materialiseme, Menurut Marx sejarah umat manusia sejak zaman primitif dibentuk oleh faktor-faktor kebendaaan. 

Awal sejarah manusia dimulai dengan adanya pemilikan pribadi yang kemudian menimbulkan pertarungan memperebutkan materi atau kekayaan ekonomi. Materi atau bendalah yang menjadi faktor konstitutif proses sosial politik historis kemanusiaan. Marx menyangkal argumen Hegel maupun Weber yang melihat faktor non-bendawi, roh, dan gagasan berpengaruh dan menentukan sejarah. Inilah paham yang disebut materialisme sejarah.

Karena dasar segala sesuatu bagi Marx sejatinya adalah materi maka ia berpandangan bahwa yang paling menentukan dalam sejarah manusia adalah sistem ekonomi, sistem ekonomi itulah yang menjadi dasar (Basic Strukture) dari sistem kehidupan manusia lainnya seperti: politik, bahasa, sosial, hukum, budaya bahkan agama yang semua itu disebut Super StrukturMarx percaya bahwa institusi politik, hukum, sistem kepercayaan & bahkan bentuk keluarga akan menyesuaikan bentuknya dengan sistem ekonomi.

Membahas tentang ideoogi dan superstruktur pada akhirnya akan menggirirng kita ke dalam pembicaraan tentang agama. Inti pandangan Marx dalam konteks ini kadangkala membicarakan agama dalam ungkapan yang baik sekali, namun dalam kesempatan lain berubah sangat kasar dan kejam. 

Menurutnya agama adalah sebuah ilusi. Rasa takut adalah sebuah ilusi dengan konsekuensi yang sangat menyakitkan. Agama adalah bentuk ideologi yang paling ekstrem dan paling nyata, maksudnya agama merupakan sebuah sistem kepercayaan yang tujuan utamanya adalah dapat memberikan alasan dan hukum-hukum, agar seluruh tatanan dalam masyarakat bisa berjalan sesuai dengan keinginan penguasa. Marx menegaskan bahwa kepercayaan terhadap Tuhan atau dewa-dewa adalah lambang kekecewaan atas kekalahan dalam perjuangan kelas.

Kembali lagi bahwa sistem politik, sosial, budaya, hukum, dan agama yang disebut sebagai super struktur bagi Marx, sejatinya dibuat dalam rangka melindungi kepemilikan atau penguasaan kelas penguasa/pemodal sekaligus meninabobokkan kaum buruh/pekerja (kaum tertindas), karena itu ‘agama’ bagi Marx sebenarnya dibuat oleh kelas penguasa untuk membuat kaum tertindas merasa nyaman dengan status sosialnya dan tidak memberontak kepada penguasa, sehingga dengan demikian agama disebut sebagai salah satu super struktur dalam sejarah manusia yang membuat kaum tertindas tidak kenal atau asing dengan dengan dirinya sendirinya, karena aktivitas yang dilakukan tidak untuk dirinya, tapi untuk penguasa/pemodal. Wallahu’allambishowab….

 

 

 

0 Komentar