Kesehatan dan Keselamatan Kerja Teknik Pengelasan (Welder)

Bagi seorang tukang las (welder), keselamatan kesehatan kerja sangat diperlukan, oleh karena itu setiap tukang las harus memperhatikan tata cara yang benar dalam melakukan proses pengelasan, agar keselamatan kesehatan kerja dapat terwujud di lingkungan kerja. 


Seorang tukang las harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja dengan baik agar pada saat melakukan proses pengelasan listrik, proses pengelasan dapat berjalan dengan aman dan benar.


Apabila dalam melakukan proses pengelasan listrik seorang tukang las tidak memperhatikan keselamatan kesehatan kerja bagi dirinya sendiri, maka alat dan mesin yang digunakan serta bagi orang disekitarnya akan berdampak buruk terhadap pekerjaan dalam proses produksi, maka dari itu  keselamatan kesehatan sangat penting.  bekerja untuk tukang las dalam proses pengelasan las listrik. 


Bahaya pengelasan antara lain sebagai berikut:


1. Percikan api yang dapat membahayakan tukang las dan mesin las listrik dapat mengenai kulit, mata tukang las dan masuk ke peralatan di dalam mesin las listrik, yang kesemuanya akan mengganggu proses produksi.


2. Asap las listrik dan debu beracun, dapat membahayakan tukang las dan orang-orang di sekitarnya, asap tersebut dapat mengganggu proses pernapasan tukang las.


3. Efek radiasi sinar ultra violet dan ultra red pada pengelasan listrik yang dapat membahayakan kesehatan mata dan organ dalam tubuh tukang las dan orang-orang di sekitarnya. 


Dalam proses pengelasan las listrik ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang tukang las dan semua pihak yang terlibat di dalamnya terutama dalam keselamatan dan kesehatan kerja pengelasan, hal-hal tersebut antara lain:

1. Mengenakan apron yang terbuat dari kulit binatang/kain berlapis tebal atau  baju dan celana panjang yang terbuat dari kain levis untuk melindungi tubuhnya dari percikan api dan efek radiasi ultra violet dan ultra red yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan kerjanya.


2. Menggunakan sarung tangan dan sarung tangan, kedua alat ini berfungsi hampir sama dengan apron, yaitu melindungi dari percikan api dan efek radiasi ultraviolet dan ultra-merah yang disebabkan oleh pengelasan listrik dan untuk memudahkan penanganan elektroda. 


3. Helm las elektrik, helm ini dilengkapi dengan dua kaca hitam putih atau satu kaca hitam yang berfungsi untuk melindungi kulit wajah dan mata dari efek radiasi ultra violet dan ultra merah yang dapat merusak kulit dan mata, dimana sinar  yang dihasilkan oleh las listrik tidak boleh dilihat secara langsung dengan mata telanjang hingga jarak minimal 16 meter. 


4. Memakai sepatu las (Safety), untuk melindungi kaki dari percikan api, hal ini tidak terlalu penting jika tukang las sudah menggunakan celana yang terbuat dari bahan kain tebal seperti kain levis dan memakai sepatu safety standar untuk pengelasan, namun tidak ada salahnya jika digunakan.


5. Respirator (alat bantu pernapasan), untuk menjaga kestabilan pernapasan selama proses pengelasan listrik dari asap las, dan untuk melindungi asap dan debu beracun agar tidak masuk ke paru-paru, hal ini tidak boleh dilakukan jika ruang las sudah memiliki sistem pembuangan.  asap dan debu beracun (blower) memang baik, namun tidak ada salahnya jika digunakan, karena pernafasan sangat penting dalam proses metabolisme manusia. 


Hal-hal lain yang diperlukan seperti “ruang las”, agar tukang las dapat bekerja tanpa gangguan yang mengelilinginya dan dapat berkonsentrasi secara optimal, ruang las juga berfungsi agar orang-orang di sekitarnya tidak terganggu oleh apa yang diakibatkan oleh pengelasan listrik. "Sumber: Kompasiana.com"

0 Komentar