Kesultanan Nusantara, Bagian Kekhalifahan Islam?

Kesultanan Nusantara, Bagian dari Kekhalifahan Islam?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Interaksi antara kerajaan Nusantara dengan Kekhalifahan Islam di Timur Tengah dimulai dari surat menyurat antara Khalifah Muawiyah bin Abu Sofyan dan Umar bin Abdul Aziz pada era kerajaan Sriwijaya. Mereka saling bertukar hadiah dan keilmuan.

Setelah mundurnya Hindu dan Budha, bagaimana keterkaitan kerajaan di Nusantara dengan Kekhalifahan Islam? Apakah berdiri sendiri atau bagian Kekhalifahan Islam yang mendunia?

Dalam sejarah tercata beberapa pemberian gelar Kesultanan kepada raja-raja di Nusantara dari kekhalifahan yang ada di Arab dan misi khusus dari Khalifah Turki Utsmani  untuk Islamisasi Nusantara.

Kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Kesultanan Samudera Pasai.  Aceh sangat terkenal di Makkah karena jaringan keilmuannya. Oleh karena itulah,
Syarif Makkah menganugerahkan gelar Sultan pada Merah Silu yang kemudian bergelar Al-Malikush Shaleh sebagai Sultan di Kesultanan Samudra Pasai. Gelar ini mirip dengan gelar yang digunakan Kekhalifahan Mamalik di Mesir.1)

Berdirinya Kesultanan Demak merupakan misi khusus dari Khalifah Muhammad 1 Turki Utsmani untuk percepatan Islamisasi di Nusantara, khususnya Jawa. Sang Khalifah mengirimkan tim khusus yang dikenal sebagai Walisanga.

Setelah Demak redup, penerusnya adalah Kesultanan Mataram. 
Pemimpin besarnya bergelar Senapati Ing Alogo Ngabdurrahman Pandito Corkrokusumo atau disebut juga Hanyokrokusumo. Dia mendapatkan pengakuan gelar Sultan dari Syarif Makkah. Sejak itulah sang Baginda dipanggil Sultan Agung.2)

Kesultanan Banten merupakan kerajaan Muslim paling penting di Jawa. Saat Syeikh Yusuf Al Makasari pertama kali tiba di Banten untuk belajar yang berkuasa saat itu Sultan Abu Mafakhir Abdullah Qadir. Yang memberikan gelar Sultan adalah Syarif Makkah.3)

Kesultanan Aceh di era Alauddin Ri'ayat Syah (1537-1568) disahkan bergelar Sultan oleh Khalifah Salim II Turki Utsmani. Sang Khalifah memberikan bantuan 40 perwira Turki yang mendidik tentara Aceh.4) 

Pengangkatan dan pemberian gelar Sultan dari Syarif Makkah dan Khalifah Turki Utsmani secara langsung menunjukkan Nusantara pun bagian Kekhalifahan yang saat itu ada.

Catatan:
1) Sejarah Umat Islam karya Buya Hamka, GIP 2016, hal 523
2) Dari Perbendaharaan Lama  karya Buya Hamka, GIP 2017, hal 16
3) Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad 17-18 karya Prof Dr Azyumardi Azra, Kencana 2004, hal 262
4) Sejarah Umat Islam karya Buya Hamka, GIP 2016, hal 582

0 Komentar