Negara dan Islam dalam Bahaya,,


Islam Dalam Bahaya, Semuanya Ngantri ke Istana
(Bagian-3, habis)

(Diringkas dari Buku "Dari Hati Ke Hati" Buya Hamka, oleh Nasrulloh Baksolahar)

Bila membantu pemerintah bukan hal yang mudah, fitnah pun akan muncul. Difitnah, hendak menukar haluan negara dengan Islam. Bagi mereka Islam lebih besar dari segala bahaya. Bila diam saja, maka berdosa karena agama mengajarkan jihad.

Meninggalkan jihad, artinya vonis kematian bagi Islam.

Di era sekarang, kita wajib aktif menegakkan agama di negri ini. Tidak menganggu Pancasila, Pancasila tak perlu diganggu. Bila ini benar-benar diperjuangkan, tidak sedikit kemenangan Islam di negri ini.

Kita difitnah hendak merombak Pancasila, padahal yang memfitnah itu sendiri tidak berani menjalankan Pancasila dengan sungguh-sungguh.

Kita mempunyai tugas khusus dari Allah untuk bekerja keras, berjihad, beramal menegakkan Islam hingga di dalam negara kita. Ini merupakan pekerjaan berat dan banyak halangannya.

Imam Al-Ghazali berkata, "Apabila suatu tujuan teramat suci dan mulia, sukarlah jalan yang harus ditempuh, dan banyaklah penderitaan yang akan ditemui di tengah jalan."

Namun tetaplah berbesar hati sebab tempat bertanggungjawab bukan pada manusia, tetapi langsung kepada Allah. Asal sadar, tidak ada seorang manusia pun yang akan dapat memperalat kita, baik untuk kepentingan kedudukannya maupun kekuasaannya.

0 Komentar