Pedoman Lengkap Tentang Tata Cara Budidaya Pinang


Pinang (Areca catechu) adalah tanaman yang tumbuh secara alami di Pasifik, Asia dan Afrika Timur.  Pinang merupakan salah satu tanaman palem yang penting karena banyak manfaatnya bagi manusia dan telah banyak dibudidayakan.

      Buah pinang kering diperdagangkan sebagai salah satu komoditas dunia dengan harga yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu.  Negara penghasil pinang utama adalah India, Indonesia, Thailand, Malaysia dan Myanmar.  Buah pinang kering diekspor ke negara-negara India, Pakistan, Bangladesh dan Nepal.  Karena produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri. 
Di negara-negara pengimpor tersebut, buah pinang yang dikeringkan kemudian diolah menjadi bahan obat, pengawet pewarna tekstil, bahan dasar kosmetik dan juga dijadikan makanan ringan berupa permen dan keripik.

Penulis sendiri sudah menjadi pengumpul buah pinang dan menanam pinang sejak umur 8 tahun atau duduk di bangku kelas 3 SD.  Sebagai tulang punggung keluarga, penulis memilih menjadi pengumpul buah pinang karena bisa dilakukan dengan bekerja paruh waktu yaitu sepulang sekolah.
Saat ini terdapat berbagai jenis pinang yang lebih baik untuk dibudidayakan.  Yaitu pinang betara, pinang, pinang seluang dan pinang thailand.

Pinang betara berasal dari daerah Jambi.  Namun beberapa ahli botani berpendapat bahwa pinang asli berasal dari Pulau Mentawai, kemudian dikembangkan oleh masyarakat di Jambi.

Keunggulan pinang betara dan pinang unggulan lainnya dibandingkan dengan pinang atau pinang biasa adalah lebih cepat berbuah yaitu pada umur 3 sampai 4 tahun;  buahnya besar secara merata;  waktu lintasan yang lebih pendek atau kekosongan buah;  dan ruas batang lebih pendek sehingga tandan buah lebih banyak dan pohon tumbuh lebih lambat.

Ada juga potensi ekonomi bruto budidaya pinang unggul per hektar per tahun dihitung dari umur produksi, dengan keadaan harga pada saat penulisan, yaitu sekitar Rp.  140.400.000. Kita bisa mengikuti uraian di bawah ini.

Menanam pinang sebenarnya mudah.  Pinang, seperti tanaman palem lainnya, tidak membutuhkan persyaratan tanah yang ketat.  Pinang dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di tanah humus, tanah gambut, tanah liat, tanah berpasir, tanah liat hingga daerah rawa bantaran sungai.  Ketinggian habitat palem bandel ini terbentang dari 1 hingga 1.300 meter di atas permukaan laut.

Mula-mula buat lubang dengan jarak tanam 3x3 meter.  Aturan garis mungkin hanya empat mata baris, alias garis tentara.  Ukuran lubang 30x30x30 cm.  Sehingga diperoleh 1.111 titik tanam di setiap satu hektar lahan.  Di beberapa tempat, orang menanam pinang dengan jarak yang lebih dekat, misalnya dengan jarak 2,7 x 2,7 meter.  Ini juga bagus.  Produksi buah akan terjadi pada awal dan pertengahan periode pertumbuhan.

Namun jarak idealnya adalah 3x3 meter lebih awal.  Pola tanam ini akan kehilangan produksi pada awal dan pertengahan masa tanam, tetapi akan menang pada akhir masa tanam.  Karena biasanya jumlah tegakan masih lebih banyak daripada yang ditanam lebih rapat.  Karena potensi serangan jamur penyebab busuk batang biasanya akan lebih cepat terjadi, karena lahan lebih lembab, karena lebih rindang.  Pinang yang ditanam lebih rapat juga akan tumbuh lebih cepat, batangnya lebih tipis dan buahnya lebih cepat menyusut.

Setelah lubang selesai, campurkan setengah dari tanah galian dengan 4 kg pupuk kandang kering matang, 100 gram dolomit dan 100 gram pupuk NPK 16-16-16-0.2.  Masukkan adonan ke dalam lubang dan biarkan selama seminggu.  Pastikan ketinggian media timbunan tidak melebihi ketinggian tanah di tepi lubang.  Kemudian tanam pinang di tengah permukaan tumpukan sedang.  Jangan lupa untuk membuka polybag pembungkus bola tanah pada bibit pinang yang telah disediakan.  Cobalah untuk tidak memecahkan bola tanah.

Kedalaman penanaman setara dengan tingkat bola bumi.  Padatkan media agar pohon tidak mudah tumbang, lalu sirami secukupnya.  Dengan cara ini, kedalaman tingkat menengah di lubang akan sedikit lebih rendah dari ketinggian tepi atas lubang.  Dibuat rorak atau lembah resapan air.  Rorak berguna untuk menampung air semprotan berikutnya jika diperlukan.  Ini juga akan menjaga pupuk agar tidak mudah hanyut oleh air hujan.

1.    Pemupukan

      Tiga bulan kemudian, taburkan 25 gram pupuk NPK di sekitar tanaman di rorak.  Pemupukan berikutnya yang sama setiap dua bulan sekali sampai tanaman berumur satu tahun.  Pada umur 1 sampai 4 tahun, pupuk dengan 50 gram NPK per pohon per tiga bulan.

      Selanjutnya pemupukan dengan pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos atau pupuk pabrikan seperti merk Petroganik sebanyak 5 kg.  Pupuk organik ditumpuk di satu titik di luar rorak.  Pupuk organik yang ditaburkan akan mudah kering dan mengeras.  Ia juga mudah hanyut oleh air hujan karena bobotnya yang ringan.
     
      Aplikasi pupuk organik dilakukan setahun sekali.  Artinya, 5.555 kg pupuk organik harus tersedia untuk setiap hektar tanaman pinang setiap tahun.  Aplikasi ini berlaku hingga memasuki masa produksi.  Setelah memasuki masa produksi, pemupukan dengan NPK 100 gram per pohon per 3 bulan.  Sedangkan pupuk organik tetap 5 kg per pohon per tahun.  Dolomit diberikan setahun sekali sebanyak 100 gram per batang, ditaburkan secara merata di area akar tanaman pinang.  Jika di lahan gambut, dolomit diberikan 100 gram per batang per 4 bulan.  Aplikasi penyemprotan EM4 atau agen pengurai gambut biologis lainnya juga sangat baik dilakukan pada piringan tanaman setiap 4 bulan sekali.

      Jika sulit mendapatkan pupuk organik, pada humus dan lahan gambut dapat diganti dengan pupuk kimia NPKMgO yang besarnya 1/20 dari berat pupuk kandang.  Sedangkan pada tanah lempung atau tanah berpasir, pemberian pupuk organik wajib dilakukan.

2.   2.    Hama

Hama yang penulis temukan pada penanaman pinang adalah serangga sejenis kumbang yang menggerogoti lapisan bawah buah pinang.  Daunnya tidak berlubang tapi bagian yang dibor kemudian menjadi kecoklatan.  Seperti diserang jamur hawar daun.
Ditemukan juga belalang coklat yang memakan buah pinang, hingga daunnya berlubang.Hama lainnya adalah kutu kebul yang juga hidup di bagian bawah daun.  Daun yang didiami kutu akan menguning dan kemudian berwarna coklat.

Kedua hama tersebut dapat diatasi dengan penyemprotan insektisida dengan bahan aktif cypermethrin 100 SC atau bahan aktif lainnya.  Dosisnya adalah 2 ml per liter air.  Lakukan seminggu sekali sampai hama terkendali.  Semprotkan juga bagian bawah daun.  Tambahkan perekat jika di musim hujan.  Semua bisa dibeli di toko pertanian.
Atau jika Anda rajin, Anda juga bisa menyemprotkannya dengan cairan pencuci piring, seperti merek Sunlight, Mama Lemon, atau lainnya.  100 gram cairan pencuci piring dilarutkan dalam 10 liter air kemudian disemprotkan pada bagian bawah daun pinang.  Aplikasi setiap 4 hari sekali sampai hama dikendalikan.

3.    Penyakit

Penyakit tanaman pinang yang penulis temukan adalah bercak daun yang disebabkan oleh cendawan Phyptoptora palmivora dan busuk batang yang disebabkan cendawan Ganoderma lucidum.  Bercak daun umumnya menyerang tanaman muda, sedangkan busuk batang menyerang tanaman pinang yang sudah mulai tua.  Pangkal batang menjadi keropos dan busuk.  Pohon bisa tumbang karenanya.

Pada bercak daun, pengendalian dengan penyemprotan antijamur alias fungisida.  Anda dapat menggunakan merek Score 250EC, Amistartop atau Tandem.  Dosis dan metode aplikasi mengacu pada label masing-masing.

Pada pangkal batang yang busuk, cegah pemberian dolomit 200 gram per pohon per tahun.  Taburkan lapisan tipis dolomit secara merata di sekitar cakram tanaman.  Juga baik untuk menyemprot pangkal batang dan akar yang terlihat, menggunakan fungisida Calixin 750EC, sejak pohon mulai berproduksi penuh atau 6 tahun.  Aplikasi setiap 4 bulan untuk mencegah dan setiap minggu untuk mengobati.

4.    Memanen

Umumnya tanaman pinang unggul yang dipelihara dengan baik akan mulai berbunga pada umur 3 tahun setelah tanam dan akan mulai berbuah pada umur 4 tahun.  Produksi normal bisa didapatkan mulai usia 5 tahun.
Pemanenan buah pinang tua yang sudah menguning dapat dilakukan dengan galah dengan sabit di ujungnya.  Pangkal tandan buah pinang dihancurkan dan buahnya dipetik.  Anda juga bisa menunggu sampai buah pinang jatuh dengan sendirinya.  Cara ini tidak merusak pohon seperti pohon palem yang buahnya akan membusuk dan menjadi sarang ulat dan jamur jika tidak dipanen.

Buah yang terkumpul kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari.  Biasanya memakan waktu 21 hari jika cuaca panas.  Buah pinang yang sudah kering kemudian dikupas menggunakan mesin pengupas buah pinang yang sudah banyak dijual di kota maupun online.  Buah pinang dikupas kulitnya kemudian dijemur selama 2 hari.  Kemudian dikemas dan siap dijual ke distributor.  Harga saat ini Rp 18.000 hingga Rp 21.000 per kilogram.

Analisis sederhana tentang hasil kotor penanaman satu hektar pinang.
Data dari Balitpalma menyebutkan, potensi hasil buah pinang tua kering per hektar per tahun adalah 7.800 kilogram.  Jika dikalikan dengan harga saat ini yaitu Rp.18.000, Anda akan mendapatkan hasil kotor sebesar Rp.140.400.000.  Setelah dikurangi biaya produksi sebesar Rp.  40.400.000 misalnya masih ada sisa hasil Rp.  100.000.000 per tahun, atau Rp.  8300.000 per bulan. “Sumber: pinangbetaraunggul.blogspot.com”

0 Komentar